Jika saja KPU benar-benar akuntable menggunakan dana yang tersedia untuk memobilisasi Kepala Lingkungan/Kepala Lorong di bawah koordinasi Lurah atau Kepala Desa, dalam waktu paling lama 2 (dua) minggu akan dihasilkan sebuah DPT yang amat valid. ‘nBASIS amat yakin dengan itu. Memang salah satu faktor penyebab buruknya DPT adalah mentalitas korupsi yang mardomu tuk (saling dukung) dengan hidden agenda pihak-pihak anti demokrasi yang tidak menginginkan partisipasi politik menyeluruh dari warga Negara. Inilah yang menyebabkan demokrasi Indonesia kental dengan warna golput administratif, yakni sejenis golput penzdoliman kepada warga Negara justru oleh instrumen resmi yang diberi wewenang menyelenggarakan pemilu. Dengan melihat kenyataan di masyarakat belakangan ini maka tidak ada jaminan bahwa angka golput administratif untuk pilpres 2009 akan lebih kecil dibanding pileg 9 April 2009. Oleh karena itu terpulang kepada KPU apakah akan terus berpangku tangan sambil mempersiapkan argument naï untuk pertengkaran baru (babak kedua) dengan pemerintah dalam soal yang amat memalukan ini. Memang belakangan ini ada upaya yang lebih baik dari KPU dalam hal sosialisasi. Tetapi kunci utama justru pada upaya aktif melakukan pendataan dari rumah ke rumah, dan itu harus melibatkan jajaran pemerintahan (Kepala Lingkungan/ Kepala Lorong dan Kepala Desa/Lurah).
dari berbagai kalangan terutama agamis, serta para mahasiswa yang tidak dapat menyalurkan pendapatnya maka tingkat ke golputan di pilpres 2009 mingkin akan semakin tinggi
seperti peryataan di bawah ini saudara tanpa nama :
assalamu alaikum wr. wb.
Alhamdulilah..Selamat, akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak! Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput, baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak. Lho, maksudnya? Gak Jelas? 
Sudah saatnya kita ganti sistem! Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”… Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih! Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya! Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah. Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat. Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia. Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di http://hizbut-tahrir.or.id/2009//12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/ http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/ dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…dan berkenan untuk membantu perjuangan kami dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik, untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan yang dilakukan oleh manusia (makhluk), dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam! Mulai dari diri sendiri. mulai dari yang sederhana dan mulai dari sekarang. Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa! Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan! Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-) terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.
seperti itu akan memeicu gejolak kebingungan rakyat,,,jika pemuka agamis juga menyatakan begitu?
alangkah baiknya kita serukan pendapat kita….jikalau ada permasalahan mari kuta berkumput bersama dari berbagai partai bersainglah dengan sehat jangan adu debat alang kah damainya negri ini jika itu semua bisa terjalin dengan baik… dari berbagai ras,agama, masyarakat semuanya bisa menerima? serta yang perlu di soroti lagi? dari sistem pendidikan harusnya jikalau ada pemiliah presiden seperti sekarang ini pihak depdiknas serta lembaga yang bersangkutan, seperti sekolah – sekolah perguruan tinggi lebih jeli dalam membuat hadwal ujian mengingat banyak mahasiswa yang jauh – jauh…
dari segi DPT jiak memang bisa mencontreng di desa atau tempat kita berada sekarang palinggak harus ada pemberitahuan kepada masing masing warganya baik RT, Lurah, Camat bahkan walikotanya sekaligus?
jadi tidak menambah jumlah penggolputan di tingkat masyarakat yang sudah terdaftar menjadi DPT khususnya?
Jadi kurangnya respec para penyelenggara pemilu atau panitia pemilu dalam pengentasan penggolputan di tingkat masyarakat masih belum bisa di acungi jempol……
